Sanggar Seni RKBM CImahi

Sanggar Seni RKBM

Kotak Pencarian

Rumah Kreatif Bunda Mei Headline Animator

Showing posts with label 2015. Show all posts
Showing posts with label 2015. Show all posts

Saturday, 28 November 2015

Galeri Foto Gelar Tari Bali Klasik & Kreasi dalam rangka HUT STB Purantara Cimahi ke 40

Para penari Kidang Kencana Berpose sebelum pentas dimulai

Tari Kidang Kencana

Bunda Mei bersama para penari Legong

Peneriman Sertifikat 

Foto Berama Niang


Bunda Mei bersama Salma Nur Qolbi, perwakilan Sanggar Seni RKBM sebagai salah satu Penari Terbaik

Tuesday, 23 June 2015

Partisipasi LKP & Sanggar Seni RKBM pada Dies Natalis UNJANI ke 25 tahun 2015

Foto-foto Berbagai Kegiatan siswa RKBM

Khairana Putri Azmi mengikuti Lomba Mewarnai Gambar pada acara Festival Menyambut Ramadhan di taman The EDGE Cimahi, 6 Juni 2015


Khairana Putri Nur Azmi Meraih Juara ke 2 Lomba Mewarnai Gambar

Bersama para pemenang lomba Mewarnai

Najla Nurtania Azizah dengan lipsing soundtrack film Frozen memukau para penonton di the EDGE Cimahi

Aksi mba Nabila Manda Ceriana dengan Tari Belibis
Gaya atraktif mba Salma Nur Qolbi dengan tari Merak nya

Berpose bersama Bunda Mei bersama Putri Azmi & Najla

Wednesday, 29 April 2015

Juara 1 Asian African Costume & Music Street Parade Contest 2015 di Bandung

Alhamdulillah...mas Said Peserta Perwakilan Kota Cimahi dari Sanggar RKBM Cimahi meraih JUARA ke1 pada acara Asian African Costume & Music Street Parade Contrst 2015 yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Konfrensi Asia Afrika di pusat kota Bandung pada hari Sabtu, 25 April 2015 yang baru lalu.
Congratulation!!!! Tetap Semangat!
Mas Said dengan kostum Parade Kostum  Asia Afrika 2015

Mas Said (sanggar seni RKBM Cimahi) Peraih Juara 1 Kontes Kostum Asia Afrika 2015 di Bandung

Berfoto bersama para pemenang Kontes Kostum Asia Afrika tahun 2015

Wednesday, 15 April 2015

Ujian Praktek Tari SDS Kartika XIX-5 Cimahi

Persiapan Kostum dan MakeUp tari Kreasi Dareah Bali - TatWamAsi, 11 April 2015
Lokasi : Sanggar RKBM - Cimahi

Pemakaian kostum Tari Kreasi

Suasana Persiapan pameakaian kostum dan merias

Make_Up

Pemasangan Aksesoris Kepala

Pemantapan dan pengecekan kelengkapan kostum

Tampilan akhir kostum para Penari Tari Kreasi Bali TatWamAsi

Persiapan Pentas
Persiapan Tari Kreasi Sunda Manuk Dadali

Bahan Aksesoris Kostum Tari Kreasi dari Bungkus Kopi

Berpose sebelum Pentas

Semangat!

Wednesday, 25 February 2015

Galery Ajang Kreatifitas Anak (AKA) 2015 - Sanggar RKBM Cimahi - Bagian II

Piala Anak Hebat - AKA2015 Sanggar RKBM Cimahi

Lipsing Soundtrack Frozen- Let it Go dibawakan dengan penuh penghayatan oleh adik Najla Nurtania Azizah

Para MC AKA2015, mba Dita dan mba Rani (team Akustik Venus-Cimahi)

Peragaan Kostum Laut Pangandaran Festival Jabar Ngagaya tahun 2015 yang dibawakan Wanda

Bunda Mei beserta ketiga putra-putrinya, kaka Abian, kaka Putri Azmi dan Adik Najla


Friday, 30 January 2015

Edukasi Anak


BERMAIN ITU BELAJAR, Bukan Bermain Sambil Belajar



Bermain adalah kegiatan intrinsik alami yang dilakukan anak-anak. Kecuali saat sedang tidur, anak-anak sering tampak terlibat dengan permainan. Saat sedang mandi mereka main air atau main sabun. Pada saat sedang makan memainkan makanannya atau sendok garpunya. Bahkan saat sedang mengerjakan PR pun anak kerap menciptakan permainan sendiri yang mungkin mengalihkan perhatiannya dari PR yang ada di depannya. Mengapa anak-anak sangat tertarik dengan bermain?



Four Freedoms of Play (Empat Kebebasan dalam Bermain)

Jika dilihat lebih luas, bukan hanya anak-anak manusia yang gemar bermain. Di dunia anak-anak binatang pun, bermain menjadi kegiatan utama. Para peneliti membuktikan bahwa permainan yang dilakukan anak-anak binatang adalah cara mereka belajar untuk mempertahankan hidupnya. Anak-anak macan bermain berkelahi dengan satu sama lain, karena di masa depannya sebagai macan dewasa mereka harus bisa berkelahi dengan mangsanya. Sementara anak-anak zebra bermain berlarian di padang rumput untuk melatih kakinya agar dapat melarikan diri dari pemangsanya. Semakin tinggi inteligensi hewan tersebut, semakin banyak dan kompleks permainan yang dilakukan anak-anak hewan tersebut.
Di dunia hewan bermain sarat dengan pelajaran hidup, secara alami terjadi sebagai upaya agar sukses dalam keberlangsungan spesiesnya. Bagaimana dengan bermain di dunia anak-anak kita? 
Professor Scott Osterweil dari Comparative Media Studies dan Education Arcade Project di universitas terkemuka Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat, mengemukakan hasil observasinya yang menghubungkan bermain dan belajar. Beliau menyatakan bahwa dalam bermain, ada 4 kebebasan yang dinikmati anak-anak. 4 kebebasan ini diberi nama “The Four Freedoms of Play”: 


1. Freedom to Experiment/Explore (Kebebasan Bereksperimen atau Bereksplorasi)

Permainan sarat dengan berbagai percobaan atau eksperimen yang dilakukan anak-anak tanpa mereka sadari. Peraturan permainan yang anak-anak ciptakan adalah serangkaian hasil eksperimen yang kerap berubah sesuai dengan berjalanannya permainan tersebut. Dalam dunia permainan sering kali tidak ada yang salah dan benar, namun yang ada hanyalah yang lama dan yang baru. Anak-anak selalu menemukan hal-hal baru saat bermain karena bebas bereksperimen dan bereksplorasi. 


2. Freedom to Fail (Kebebasan Untuk Gagal)

Dalam bermain anak-anak cenderung lebih tidak takut salah atau gagal. Di sini anak belajar bahwa kesalahan dan kegagalan adalah bagian dari hidup, dan yang terpenting, bagian dari proses belajar, agar menjadi lebih baik. Selama kesalahan atau kegagalan tidak disertai dengan hukuman, anak akan terus berani mencoba dan mencoba. 


3. Freedom of Identity (Kebebasan Identitas)

Anak-anak sangat senang bermain berpura-pura, karena itu permainan lapangan seperti kejar-kejaran antara polisi dan penjahat hingga permainan Role-Playing Games (RPG) dalam komputer sangat digemari. Bermain menjalani peran seseorang yang bukan dirinya sendiri memberikan anak kesempatan mengembangkan imajinasi menjalani karakter, perspektif, hingga berempati pada sosok individu di luar dirinya sendiri. Dalam kebebasan identitas ini, anak dapat berganti peran, memilih peran, dan menemukan berbagai karakter yang cocok dan tidak cocok dengan dirinya. Anak belajar memahami diri dan memahami orang lain.


4. Freedom of Effort (Kebebasan dalam Berusaha)

Dalam bermain anak-anak bebas untuk memberikan usaha yang minimal atau maksimal atau sedang sesuai dengan motivasinya dalam permainan tersebut. Tidak ada paksaan sehingga anak bebas menentukan apa yang mau dilakukannya, bagaimana, dan karena apa. Motivasi itu datang dari dalam diri sendiri dan memberi hasil sesuai usaha yang diberikannya pada kegiatan tersebut. Di sini anak dapat belajar mengenal potensi dan kemampuan apa yang ada dalam dirinya.


Kesimpulan

Keempat kebebasan ini, menurut Professor Scott Osterweil, adalah empat komponen utama dari sebuah kegiatan yang sangat penting yaitu BELAJAR. Jika kebebasan ini dihalangi, proses belajar pun terhambat. Dalam pengamatannya, anak-anak belajar sangat banyak dari berbagai kegiatan bermain, terutama hal-hal yang sangat penting dan bermanfaat dalam kesuksesan hidupnya. Sayangnya, anak-anak masih sering dianggap sedang belajar hanya jika berada di sekolah atau saat mengerjakan tugas sekolah di rumah. Tidak jarang orang tua kuatir jika anak-anak tidak terlihat mendapat PR yang dari sekolah. Padahal dalam kenyataannya anak-anak lebih banyak belajar untuk kelangsungan hidupnya saat bermain. Ajak Anak Mencipta Permainan: Mengambil nasihat dari Prof. Osterweil, di Clevio Coder Camp anak-anak diberi kebebasan menciptakan berbagai permainan edu-game bersama dalam kelompok. Dengan game sebagai motivasi, anak-anak bebas bereksperimen dan berkreasi membuat berbagai topik pelajaran menjadi seru dengan computer programming, belajar bekerja sama, dan menjadi technopreneur cilik.
Sumber : www.clevio.co  / camp@clevio.co.