Sanggar Seni RKBM CImahi

Sanggar Seni RKBM

Kotak Pencarian

Rumah Kreatif Bunda Mei Headline Animator

Showing posts with label tari. Show all posts
Showing posts with label tari. Show all posts

Wednesday, 13 November 2019

Ajang Kreatifitas Anak (AKA) ke 8 Sanggar RKBM BUnda Mei

Galeri foto Kegiatan Ajang Kreatifitas Anak (AKA) ke 8 Sanggar seni RKBM Bunda Mei, 9 November 2019Venus Cafe - Fashion - Kids corner - Cimahi

Tari Manuk Dadali
Tari Pendet Muslimah
Tari Indang
Talkshow Pendidikan Aqil Baligh
Workshop Melukis Kaos
Berbagi bersama Anak Yatim

Assalamualaikum Wr. Wb.,

Dalam rangka Milad Sanggar RKBM Bunda Mei yang ke 8 Tahun, kami mempersembahkan acara AKA dengan tema " Bahagia bersama Keluargaku"
AKA ini diisi dengan berbagai macam kegiatan untuk anak dan orangtua, diantaranya:
- Tausiah tentang Pendidikan Aqil Baligh, oleh Ust. Dadi
- TalkSHow tentang Membaca Karakter melalui Coretan / Gambar anak
- Tarian Anak Nusantara terdiri dari tarian Manuk Dadali (jawa barat), tari           Indang (Sumatera barat) dan Tari Pendet Muslim (Bali) yang ditunjukkan oleh     para siswi Ekskul Tari dari SDIT Cipta Cendikia Indonesia kota Cimahi
- Workshop Melukis Kaos (T-Shirt) bagi Anak Yatim & umum
- Fashion Show Anak Muslimah
- Launching lagu anak karya cipta Bunda Mei Suprihartini, dengan judul " "KELUARGAKU", dinyanyikan oleh Livya.

Syukur Alhamdulillah, kegiatan AKA ini berjalan dengan lancar.
Kami selaku penyelenggara beserta Tim pelaksana mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam mendukung acara ini kepada seluruh sponsor, donatur, media, pengisi acara dan seluruh orangtua murid SDIT Cipta Cendikia Indonesia kota Cimahi.

Wassalam.

Friday, 26 May 2017


Sunday, 5 June 2016

Workshop Kreatifitas bulan Juni 2016 - Membuat Hiasan Kue Bolu

Workshop Kreatifitas di bulan Juni 2016 masih mengetengahkan tema Kuliner bersama Keluarga. Kali ini adalah Membuat Hiasan Kue Bolu. Tutorial Kreasi hiasan Kue Bolu disajikan oleh tim kreatif Sanggar seni RKBM yatu Buda Lena dan Bunda Erna. Para peserta adalah para siswa dan orangtuanya. Mereka begitu antusias dalam membuat kreasi hiasan kue boleu sesuai keinginan dan seleranya. Berikut adalah beberapa foto kegiatan Workshop Kuliner yang berlangsung di Sanggar Seni RKBM:

















Thursday, 18 February 2016

AJANG KREATIFITAS ANAK IV tahun 2016


Alhamdulillah, kami keluarga besar Sanggar Seni RKBM akan mengadakan kegiatan rutin tahunan yang ke IV. Sebagai bentuk rasa Syukur kami kepada Allah SWT yang telah memberikan berkahnya kepada semua anggota keluarga besar RKBM yang sampai saat ini masih berkumpul dan berbagi.
Kegiatan yang bernama Ajang Kreatifitas Anak ke IV ini atau AKA 2016,
InsyaAllah akan kami laksanakan pada:

            Hari Minggu, 28 Februari 2016
            Waktu dimulai pukul 08.30 WIB sampai dengan selesai
            Tempatnya di PANDIGA Educreation Sport,
                                   Jl. Sirnarasa no.11 Cihanjuang Cimahi
   
Ajang Kreatifitas Anak ke IV tahun 2016 ini sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan bakat dan kemampuan anak dalam pemahaman dan pendalaman  materi yang sudah diajarkan selama mereka belajar.
Hal yang paling mendasar adalah membina dan memupuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara guru-siswa dan orangtua.

Adapun Kegiatan AKA 2016 ini akan disi dengan :
1. Seminar Hypno Parenting "Kita Adalah Keluarga" dengan pembicara /pemateri
DR. Dr. Iwan Budiman, MS, MM, MKes, AIF, Akp, Akp Med, Cht, Cl, CCHt, CMCHt. pemateri Seminar (Guru Besar Universitas Maranatha, Dosen di Fakultas Psikologi dan Fak. Kedokteran Univ. Maranatha, Pembicara Seminar dan Parenting dan Ketua HATI Indonesia)
2. Pentas Seni Anak-anak Sanggar RKBM.

Demikian informasi yang kami sampaikan.

Bagi yang berminat mengikuti Seminar Hypno Parenting, bisa menghubungi kami paling lambat tanggal 24 Februari 2016 melalui;

       Bunda Mei , HP 08122147344 atau 081220808674

Tuesday, 23 June 2015

Foto-foto Berbagai Kegiatan siswa RKBM

Khairana Putri Azmi mengikuti Lomba Mewarnai Gambar pada acara Festival Menyambut Ramadhan di taman The EDGE Cimahi, 6 Juni 2015


Khairana Putri Nur Azmi Meraih Juara ke 2 Lomba Mewarnai Gambar

Bersama para pemenang lomba Mewarnai

Najla Nurtania Azizah dengan lipsing soundtrack film Frozen memukau para penonton di the EDGE Cimahi

Aksi mba Nabila Manda Ceriana dengan Tari Belibis
Gaya atraktif mba Salma Nur Qolbi dengan tari Merak nya

Berpose bersama Bunda Mei bersama Putri Azmi & Najla

Wednesday, 15 April 2015

Ujian Praktek Tari SDS Kartika XIX-5 Cimahi

Persiapan Kostum dan MakeUp tari Kreasi Dareah Bali - TatWamAsi, 11 April 2015
Lokasi : Sanggar RKBM - Cimahi

Pemakaian kostum Tari Kreasi

Suasana Persiapan pameakaian kostum dan merias

Make_Up

Pemasangan Aksesoris Kepala

Pemantapan dan pengecekan kelengkapan kostum

Tampilan akhir kostum para Penari Tari Kreasi Bali TatWamAsi

Persiapan Pentas
Persiapan Tari Kreasi Sunda Manuk Dadali

Bahan Aksesoris Kostum Tari Kreasi dari Bungkus Kopi

Berpose sebelum Pentas

Semangat!

Friday, 30 January 2015

Edukasi Anak


BERMAIN ITU BELAJAR, Bukan Bermain Sambil Belajar



Bermain adalah kegiatan intrinsik alami yang dilakukan anak-anak. Kecuali saat sedang tidur, anak-anak sering tampak terlibat dengan permainan. Saat sedang mandi mereka main air atau main sabun. Pada saat sedang makan memainkan makanannya atau sendok garpunya. Bahkan saat sedang mengerjakan PR pun anak kerap menciptakan permainan sendiri yang mungkin mengalihkan perhatiannya dari PR yang ada di depannya. Mengapa anak-anak sangat tertarik dengan bermain?



Four Freedoms of Play (Empat Kebebasan dalam Bermain)

Jika dilihat lebih luas, bukan hanya anak-anak manusia yang gemar bermain. Di dunia anak-anak binatang pun, bermain menjadi kegiatan utama. Para peneliti membuktikan bahwa permainan yang dilakukan anak-anak binatang adalah cara mereka belajar untuk mempertahankan hidupnya. Anak-anak macan bermain berkelahi dengan satu sama lain, karena di masa depannya sebagai macan dewasa mereka harus bisa berkelahi dengan mangsanya. Sementara anak-anak zebra bermain berlarian di padang rumput untuk melatih kakinya agar dapat melarikan diri dari pemangsanya. Semakin tinggi inteligensi hewan tersebut, semakin banyak dan kompleks permainan yang dilakukan anak-anak hewan tersebut.
Di dunia hewan bermain sarat dengan pelajaran hidup, secara alami terjadi sebagai upaya agar sukses dalam keberlangsungan spesiesnya. Bagaimana dengan bermain di dunia anak-anak kita? 
Professor Scott Osterweil dari Comparative Media Studies dan Education Arcade Project di universitas terkemuka Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat, mengemukakan hasil observasinya yang menghubungkan bermain dan belajar. Beliau menyatakan bahwa dalam bermain, ada 4 kebebasan yang dinikmati anak-anak. 4 kebebasan ini diberi nama “The Four Freedoms of Play”: 


1. Freedom to Experiment/Explore (Kebebasan Bereksperimen atau Bereksplorasi)

Permainan sarat dengan berbagai percobaan atau eksperimen yang dilakukan anak-anak tanpa mereka sadari. Peraturan permainan yang anak-anak ciptakan adalah serangkaian hasil eksperimen yang kerap berubah sesuai dengan berjalanannya permainan tersebut. Dalam dunia permainan sering kali tidak ada yang salah dan benar, namun yang ada hanyalah yang lama dan yang baru. Anak-anak selalu menemukan hal-hal baru saat bermain karena bebas bereksperimen dan bereksplorasi. 


2. Freedom to Fail (Kebebasan Untuk Gagal)

Dalam bermain anak-anak cenderung lebih tidak takut salah atau gagal. Di sini anak belajar bahwa kesalahan dan kegagalan adalah bagian dari hidup, dan yang terpenting, bagian dari proses belajar, agar menjadi lebih baik. Selama kesalahan atau kegagalan tidak disertai dengan hukuman, anak akan terus berani mencoba dan mencoba. 


3. Freedom of Identity (Kebebasan Identitas)

Anak-anak sangat senang bermain berpura-pura, karena itu permainan lapangan seperti kejar-kejaran antara polisi dan penjahat hingga permainan Role-Playing Games (RPG) dalam komputer sangat digemari. Bermain menjalani peran seseorang yang bukan dirinya sendiri memberikan anak kesempatan mengembangkan imajinasi menjalani karakter, perspektif, hingga berempati pada sosok individu di luar dirinya sendiri. Dalam kebebasan identitas ini, anak dapat berganti peran, memilih peran, dan menemukan berbagai karakter yang cocok dan tidak cocok dengan dirinya. Anak belajar memahami diri dan memahami orang lain.


4. Freedom of Effort (Kebebasan dalam Berusaha)

Dalam bermain anak-anak bebas untuk memberikan usaha yang minimal atau maksimal atau sedang sesuai dengan motivasinya dalam permainan tersebut. Tidak ada paksaan sehingga anak bebas menentukan apa yang mau dilakukannya, bagaimana, dan karena apa. Motivasi itu datang dari dalam diri sendiri dan memberi hasil sesuai usaha yang diberikannya pada kegiatan tersebut. Di sini anak dapat belajar mengenal potensi dan kemampuan apa yang ada dalam dirinya.


Kesimpulan

Keempat kebebasan ini, menurut Professor Scott Osterweil, adalah empat komponen utama dari sebuah kegiatan yang sangat penting yaitu BELAJAR. Jika kebebasan ini dihalangi, proses belajar pun terhambat. Dalam pengamatannya, anak-anak belajar sangat banyak dari berbagai kegiatan bermain, terutama hal-hal yang sangat penting dan bermanfaat dalam kesuksesan hidupnya. Sayangnya, anak-anak masih sering dianggap sedang belajar hanya jika berada di sekolah atau saat mengerjakan tugas sekolah di rumah. Tidak jarang orang tua kuatir jika anak-anak tidak terlihat mendapat PR yang dari sekolah. Padahal dalam kenyataannya anak-anak lebih banyak belajar untuk kelangsungan hidupnya saat bermain. Ajak Anak Mencipta Permainan: Mengambil nasihat dari Prof. Osterweil, di Clevio Coder Camp anak-anak diberi kebebasan menciptakan berbagai permainan edu-game bersama dalam kelompok. Dengan game sebagai motivasi, anak-anak bebas bereksperimen dan berkreasi membuat berbagai topik pelajaran menjadi seru dengan computer programming, belajar bekerja sama, dan menjadi technopreneur cilik.
Sumber : www.clevio.co  / camp@clevio.co.