Sanggar Seni RKBM CImahi

Sanggar Seni RKBM

Kotak Pencarian

Rumah Kreatif Bunda Mei Headline Animator

Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Thursday, 12 September 2019

Tips Memilih Baju Anak yang Aman dan Nyaman


Najla Nurtania Azizah

Tips Memilih Baju Anak yang Aman dan Nyaman – Khawatir tentang keamanan dan kenyamanan pakaian anak anda?
Penarikan kembali puluhan ribu celana jeans anak-anak dan celana pendek karena kadar pewarna beracun yang tidak aman sudah cukup untuk membuat orangtua manapun cemas dengan apa yang anaknya kenakan. Selain itu, kenyamanan juga sangat penting untuk anak dalam memilih baju. Yuk simak tips memilih baju anak yang aman dan nyaman berikut ini!

Ada apakah sebenarnya di bahan baju yang anak Anda kenakan?

Moms tidak pernah terpikirkan kan apa saja yang ada di dalam bahan baju yang anak Anda kenakan? Pertama ada pestisida yang digunakan saat menumbuhkan serat, lalu ada fungisida dan pengawet yang biasa menghentikannya berjamur. Selanjutnya datanglah pewarna, biasanya sintetis, plus tambahan seperti cetakan plastik yang mengandung bahan kimia pelembut plastik.
Penelitian menunjukkan bahwa tingginya kadar zat pewarna azo, senyawa yang telah ditemukan menyebabkan kanker ada di dalam bahan baju-baju anak. Mengerikan bukan?
Tentu saja ada peraturan tentang bahan kimia dalam pakaian yang lolos, tapi inilah bagian yang paling menakutkan: kontrol kualitas di negara-negara importir yang minim dengan peraturan dan banyak yang tidak peduli.
Di negara maju pastinya mereka memiliki tingkat tolak ukur banyak tentang bahan kimia yang digunakan di industri tekstil yang dianggap “dapat diterima”. Tapi hampir tidak ada penelitian yang meneliti efek gabungan dan kumulatif bahan kimia ini untuk manusia dan lingkungan, dan sekarang baru bermunculan bukti bahwa bahan beracun dalam pakaian kita dapat mengganggu hormon, sistem kekebalan tubuh yang berdampak, seperti pada kasus pewarna azo, menyebabkan kanker.
Anak-anak sangat rentan karena mereka memiliki lebih banyak luas permukaan kulit terhadap berat badannya, yang berarti potensi penyerapan lebih tinggi melalui kulit. Ditambah lagi mereka cenderung mengunyah dan menjilat pakaian mereka.

Lalu, bagaimana cara memilih baju anak yang aman dan nyaman?

  • Selalu pilih serat dan bahan alami dari yang sintetis.
  • Pilih bahan organik jika Anda bisa, tapi ingat ini tidak hanya mengacu pada bagaimana serat tumbuh. Juga pikirkan pewarna yang digunakan dan yang lainnya.
  • Pilihlah baju yang diwarnai secara alami.
  • Coba cium aroma pakaian. Jika ada bau bahan kimia yang terasa sangat banyak, letakkan kembali. Jangan dibeli!
  • Cobalah untuk menghindari pakaian yang dibungkus plastik karena plastik perlu diolah dengan segala macam hal untuk mencegah jamur tumbuh dalam perjalanan.
  • Selalu cuci baju baru sebelum dipakai untuk menghilangkan sisa bahan kimia.
  • Pentingkan kualitas dibandingkan kuantitas. Belilah lebih sedikit pakaian berkualitas daripada banyak pakaian yang tidak berkualitas. Semakin murah harganya, semakin besar kemungkinan mereka berasal dari pabrik dengan standar lebih rendah. Selain itu, baju juga lebih mudah menjadi lusuh setelah beberapa kali dicuci.

Tips memilih baju anak yang nyaman untuk kegiatan sehari-hari:

  • Jangan beli pakaian yang akan menempel ketat pada tubuh. Belilah pakaian yang memiliki leher lebar dan terbuat dari bahan yang bisa diregangkan sehingga anak tidak mengalami kesulitan dalam mengenakan dan melepas baju tersebut dan dapat bergerak lincah.
  • Kain yang Anda pilih untuk anak-anak Anda harus membuat si kecil merasa nyaman. Baju anak-anak terbuat dari berbagai kain mulai dari renda hingga tulle dan satin hingga cotton. Namun, katun lembut adalah yang paling praktis untuk semua musim, terutama musim panas.
  • Membeli baju anak dengan ukuran yang tepat sangatlah penting. Jangan memilih baju yang terlalu kecil atau terlalu besar. Membeli pakaian ukuran kecil bisa menimbulkan masalah pernapasan bagi anak Anda. Membeli pakaian yang terlalu besar juga membuat anak-anak Anda dapat tersandung.
  • Hindari membeli pakaian anak-anak dengan kancing dan pilihlah ritsleting. Anak-anak umumnya memiliki kecenderungan untuk menggigit-gigit kancing.
Sumber artikel: Tokopedia

Wednesday, 25 February 2015

Galery Ajang Kreatifitas Anak (AKA) 2015 - Sanggar RKBM Cimahi - Bagian II

Piala Anak Hebat - AKA2015 Sanggar RKBM Cimahi

Lipsing Soundtrack Frozen- Let it Go dibawakan dengan penuh penghayatan oleh adik Najla Nurtania Azizah

Para MC AKA2015, mba Dita dan mba Rani (team Akustik Venus-Cimahi)

Peragaan Kostum Laut Pangandaran Festival Jabar Ngagaya tahun 2015 yang dibawakan Wanda

Bunda Mei beserta ketiga putra-putrinya, kaka Abian, kaka Putri Azmi dan Adik Najla


Monday, 29 September 2014

10 Cara Bangun Rasa Percaya Diri pada Anak

 New York Siapapun yang memiliki anak tahu betul kehadiran `malaikat kecil` itu suatu nikmat yang tak ternilai tapi bisa membuat stres. Orangtua pun penting mengajarkan dan menyampaikan nilai-nilai yang baik sejak anak-anak masih kecil. Tapi, yang lebih penting memunculkan rasa percaya diri pada anak dalam kemampuannya.

Jika Anda ingin membantu membangun rasa percaya diri pada anak, cobalah beberapa strategi yang diberikan LifeHack, Jumat (28/2/2014):

1. Bicara dengan anak dan cari tahu apa masalahnya

Komunikasi yang efektif itu penting untuk membangun hubungan sehat dan langgeng. Anak Anda mungkin bingung dan takut serta memiliki banyak pertanyaan tentang dunia ini.
Anak-anak bisa saja merasa tak bisa dan merasa tak aman dengan tubuhnya atau diintimidasi. Hal ini penting untuk membangun kepercayaannya dan membiarkan anak memberitahu Anda mengapa ia merasa tak yakin dengan dirinya sendiri sehingga Anda bisa bekerja sama untuk mencari solusinya.

2. Bantu anak menemukan kegiatan yang membuat ia senang

Beberapa anak dilahirkan dengan suara yang luar biasa, beberapa memiliki telinga yang baik untuk musik, dan lainnya memiliki struktur tulang dan otot yang bisa membuat mereka menjadi atlet hebat, atau memiliki imajinasi luas untuk bercerita.

Cari tahu apa bakat alami anak Anda dan bantulah agar ia terlibat dalam kegiatan yang paling menyenangkan untuknya. Menari, melukis, bermain musik, atau sesuatu yang lebih pragmatis seperti matematika semuanya adalah pilihan yang baik. Hanya saja, pastikan anak Anda termotivasi.

3. Jadilah pemaaf kepada orang lain dan tunjukkan anak Anda bahwa kasih sayang merupakan kebaikan

Semua orang membuat kesalahan dan itu adalah bagian dari pendewasaan dan langkah penting dalam mencapai kebijaksaaan. Dengan berlatih memaafkan, Anda membiarkan anak Anda tahu bahwa apapun yang mereka salah karena sejumlah alasan, itu baik-baik saja.

Hal ini juga menunjukkan kepada mereka bahwa meskipun orang terkadang berdebat dan perasaannya terluka, cobalah berempati dan berkompromi. Anak Anda akan mempelajarinya dari Anda dan mulai berlatih memaafkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Ajarkan anak untuk fokus dalam membangun hubungan bermakna, mencari kebahagiaan dalam hal kecil dan berusaha sukses

Banyak orang mencapai kekayaan, kekuasaan, dan keterampilan pada tingkat tertentu. Namun, mereka tak pernah menaklukkan ketakutan mereka dan tetap yakin dengan diri mereka sendiri. Ajarkan anak Anda tentang nilai persahabatan sejati dan bagaimana orang lain bisa membantu membuat Anda lebih kuat.

Ajarkan mereka beralih ke ratusan hal kecil yang positif dalam hidupnya ketika mencari kebahagiaan serta menjadi ambisius dan gigih.
Kegagalan hanya kesempatan untuk datang kembali bahkan lebih kuat dan Ada teman-teman yang baik di sana yang mendukung Anda. Tak ada cara yang lebih baik membantu anak membangun harga dirinya dibandingkan menunjukkan kepada mereka nilai dari orang lain.

5. Ajarkan anak menetapkan cita-cita yang dicapai

Ingin menjadi manusia pertama di Mars, seorang balerina terkenal di dunia, atau bintang film merupakan cita-cita yang ambisius dan menunjukkan betapa kreatif anak Anda, tapi mereka mungkin tak terjangkau.

Bukan ide yang baik memberikan pujian sepanjang waktu kepada anak Anda dan berikan mereka gambaran yang realistis dari diri mereka serta kemampuannya. Biarkan mereka memilih, tapi tawarkan alternatifnya. Bantu anak-anak Anda merumuskan beberapa tujuan jangka pendek yang mudah dicapai dengan kerja keras dan tujuan yang lebih kecil untuk jangka panjang tapi masih dalam jangkauan.

Misalnya, jika Anda mendaftarkan kelas tari, tujuan jangka pendeknya adalah bisa menguasai gerakan tertentu dan berlatih minimal 2 jam setiap hari, sementara tujuan yang lebih besar mungkin kompetisi tari tingkat lokal. Akhirnya, mereka bisa berusaha meningkatkan dan memenangkan beberapa kompetisi yang lebih besar.

Ketika mereka mencapai cita-citanya, mereka merasa lebih percaya diri dan lebih bahagia.

6. Ajarkan anak bagaimana teratur dan belajar untuk hasil terbaik

Banyak orang percaya belajar adalah duduk dan menatap buku selama berjam-jam. Ini bisa menyebabkan anak frsutasi dan percayalah dia tak menjadi pintar.

Seorang anak membutuhkan keseimbangan yang baik antara belajar, melakukan tugas mereka, dan bersenang-senang. Keseimbangan itu hanya bisa dicapai dengan mengatur waktu secara efektif.

Beberapa mata pelajaran bisa lebih sulit bagi anak-anak dibanding yang lain dan mereka mungkin memiliki masalah ketika berlomba melawan jam. Tes bisa membuat stres dan mengambil semua kesenangan dari belajar.

Anda bisa mencoba membuat belajar menjadi menyenangkan dnegan film, video game, atau contoh-contoh praktis, yang bisa memberikan keajaiban agar anak-anak tertarik.

7. Daftarkan anak Anda di kelas yang fokus pada aktivitas fisik

Pikiran yang sehat berada dalam tubuh sehat. Latihan fisik di siang hari tak hanya bermanfaat untuk kesehatan anak, taoi juga membantu mengembangkan tubuh yang kuat dan lincah yang bisa dibanggakan.

Sambil berolahraga akan memungkinkan anak-anak meningkatkan keterampilan sosialnya.

8. Bermain dengan anak setiap ada kesempatan

Beberapa kontak emosional dan fisik dengan orang lain setiap hari sangat penting bagi anak. Curahkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, terlibat dalam beberapa kegiatan kreatif dan ajarkan mereka beberapa keterampilan berharga.

Apapun yang dibuat menjadi sebuah mainan akan menciptakan banyak kesempatan agar anak mau bekerja tim, memecahkan masalah, dan mengekspresikan dirinya secara bebas.

9. Menjadi teladan baik dengan mempraktikkan apa yang Anda katakan

Anak-anak hanya menyerap informasi dari lingkungan sekitarnya dan akan beralih ke Anda sebagai sumber utama informasi tentang prilaku yang bisa diterima.

Pastikan Anda menunjukkan kepada anak bagaimana seseorang harus bersikap, jangan hanya memberitahukan apa yang harus mereka lakukan dan kemudian lakukan apa yang sering Anda katakan agar mereka tak lakukan.

Jika anak melihat orangtuanya tak takut mengekspresikan dirinya, maka mereka akan mencoba menjadi baik kepada orang lain dan sangat terbuka. Anak akan meniru perilaku percaya diri ini dalam hidup mereka.

10. Ajarkan anak tanggung jawab dan nilai kerja keras

Seorang anak tak boleh diberlakukan standar yang tinggi sama seperti orang dewasa, tapi mereka harus memahami bahwa tindakan mereka mempengaruhi orang lain dan ada orang yang mengandalkan mereka.

Jika anak mengerti mengapa mereka perlu melakukan pekerjaan mereka dan dibutuhkan kerja keras untuk mencari nafkah, ia akan memiliki pandangan yang berbeda tentang kehidupan.

Anak-anak sering senang untuk membantu orang tua mereka dan merasa bangga ketika mereka berkontribusi. Dengan cara ini, anak-anak tahu bahwa mereka mampu dalam banyak hal dan orang-orang bergantung padanya, yang membangun karakter dan membantu membangun kepercayaan diri pada anak.

Saat ingin membantu anak membangun rasa percaya dirinya, penting diingat berkomunikasilah, habiskan waktu dengannya dan biarkan mereka membuat pilihan sendiri.
 
Sumber:  Liputan6.com

Tuesday, 23 September 2014

Jaga Anak Anda dari Tom and Jerry, Little Krisna, Sinchan, dan Spongebob

SpongeBob SquarePants
SpongeBob SquarePants

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengingatkan orang tua agar mewaspadai film kartun dan animasi yang disiarkan sejumlah stasiun televisi di Indonesia. Kartun Bima Sakti (ANTV), Little Krisna (ANTV), dan Tom & Jerry (ANTV, RCTI, dan Global TV) masuk dalam kategori film berbahaya. Sementara Crayon Sinchan (RCTI) dan Spongebob Squarepants (Global TV) masuk kategori hati-hati.

Komisioner KPI, Agatha Lily mengatakan bahwa film anak-anak Bima Sakti, Little Krisna, dan Tom and Jerry, mengandung banyak muatan kekerasan. Baik kekerasan secara fisik maupun kekerasan terhadap hewan. "Ini berbahaya jika ditontin anak-anak," ungkap Agatha, Selasa (23/9).

Bentuk kekerasan tersebut, di antaranya mengandung kekerasan fisik seperti mencekik, menonjok, menjambak, menendang, menusuk dan memukul. Selain itu juga ada unsur kekerasan terhadap hewan, penggunaan senjata tajam dan benda keras untuk menyakiti dan melukai seperti pisau, balok, dan benda-benda lainnya.

KPI sudah memberikan teguran kedua stasiun televisi yang menyiarkan Bima Saksi. Sementara Little Krisna (ANTV), dan Tom & Jerry sudah menyampaikan teguran pertama. "Jika tidak diperbaiki maka kami akan minta penyiarannya dihentikan," ungkap Agatha. Stasiun televisi terkait diminta untuk menghilangkan adegan-adegan kekerasannya, jika film tersebut tetap ingin ditayangkan.

Sementara untuk film Crayon Sinchan (RCTI) dan Spongebob Squarepants, KPI menyebut dalam kategori hati-hati. Dalam tayangan tersebut ada banyak perkataan dan perbuatan yang tidak pantas ditiru anak-anak. "Seperti adegan memelorotkan celana, balas dendam, dan hal lain yang tidak patut dilihat anak-anak," ungkapnya.

Selain film yang tidak pantas ditonton anak-anak, KPI juga memberikan penilaian terhadap fil anak yang bermutu dan layak ditonton. Seperti Dora The Explorer (Global TV), Adit Sopo Jarwo (MNC TV), Laptop Si Unyil (Trans 7), Curious George (ANTV), Thomas and Friends (Global TV), Unyil Keliling Dunia (Trans 7), dan Disney Junior (MNC TV).

Sumber:  REPUBLIKA.CO.ID

Thursday, 11 September 2014

Artikel




Penanganan Terkini Gangguan Belajar Disleksia Pada Anak Bagian II (Habis)

Penanganan
  • Usahakan agar benar-benar aktif dalam mendampinginya dari waktu ke waktu. Penderita disleksia setiap saat akan menemukan kesulitan-kesulitan. Dan  bila kita biarkan mereka mencari jawabannya sendiri,maka ketika  menemukan kegagalan demi kegagalan,si penderita justru akan menjadi  semakin bodoh. Keadaan tersebut akan memperburuk penyimpangannya.
  • Memberikan dorongan sedemikian rupa untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Penderita  disleksia akan cenderung  menghabiskan waktunya untuk mencari cara  dalam usahanya untuk menguasai sejumlah materi pelajaran  seperti,membaca,menulis dan hitungan-hitungan. Perjuangan ini hanya akan  tetap bertahan apabila kepercayaan dirinya terus terjaga
  • Buatlah semenarik mungkin ketika mengajarinya membaca. Hampir  semua anak penderita disleksia tidak suka pelajaran membaca,karena  membaca adalah pekerjaan yang paling berat bagi dirinya. Carilah isi  bacaan yang disukai oleh subjek,sehingga hal tersebut akan menjadi  menarik bagi subjek untuk terus mambacanya walaupun sulit.
  • Berikan model peran ,seperti orang-orang sukses yang disleksia. Model  peran  sangat penting mereka untuk meningkatkan semangatnya, dan tidak  selalu harus Albert Einstein, karena mungkin itu terlalu kuno. Ambilah  misalnya Orlando Bloom,Jackie Chan,Mc Dreamy,Patrick Dempsey (ini adalah  tokoh-tokoh pria sukses yang disleksia). Untuk wanita bisa diberikan  tokoh: Selma Hayek,Jewel,Whoopi Goldberg yang tentu akan membangkitkan  semangat dan harapan kesembuhan pada dirinya.
  • Bantu mereka dengan teknologi  yang membantu. Memberikan komputer saja untuk anak-anak disleksia  tidak akan sangat membantu. Berikan mereka software seperti Dragon Naturally Speaking atau Kurzweil 3000 . Biarkan mereka belajar sampai ia benar-benar menguasainya .
  • Gunakan Metode Pendekatan Multi-Sensori. Wilson  Reading System. Orton-Gillingham, dan Slingerland Approach merupakan  pendekatan pengajaran Multi-sensori. Mengajar mereka dengan pendekatan  multi-sensori akan sangat membantu proses recoverynya.Ke enam cara ini  bisa anda gunakan untuk bisa membantu mereka.
Bila si kecil mengalami kesulitan membaca secara teknis, seperti  sering terbolak-balik membaca kata atau bingung dengan huruf yang  bentuknya mirip, Anda bisa membantunya dengan cara :
  • Mulailah melatihnya dengan mengenalkan huruf, suku kata, lalu  berlanjut dengan kata yang terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya.  Anda juga bisa membuatkan huruf dari lilin warna-warni agar ia lebih  bersemangat untuk belajar.
  • Lakukan metode dikte. Cobalah Anda mendiktekan suatu kata atau  kalimat kepadanya dan biarkan ia menuliskannya. Atau lakukan sebaliknya,  biarkan si kecil mendikte dan Anda yang menulis. Lalu minta ia  membacakannya kembali.
  • Ajak si kecil untuk membaca suatu wacana yang sumbernya bisa dari  buku bacaan atau buku cerita bergambar. Kemudian lakukan tanya-jawab  mengenai wacana tersebut.
  • Berikan tugas yang melatih rangsang visualnya.
Latihan Khusus Yang Bisa diberikan
Ajarkan Si Kecil Menulis
  • Sebagian anak yang menderita disleksia memiliki tulisan yang kurang  bagus. Ini disebabkan kontrol motoriknya yang tidak berfungsi dengan  baik. Langkah yang bisa dilakukan antara lain:
  • Berikan Ia sebuah buku bergambar dengan pola titik-titik. Ajarkan Ia  untuk menghubungkan titik-titik tersebut hingga menjadi sebuah gambar.  Ini berfungsi untuk melatih kemampuan motorik halusnya.
  • Latihlah terus si kecil untuk menulis halus, berupa pola ataupun  kalimat. Berikan pensil yang tebal (misalnya pensil 2B) bila tekanan  menulis si anak terlalu lemah dan pensil yang tipis (pensil H) pada anak  yang tekanan pada kertasnya terlalu kuat.
Ajak Si Kecil Bermain angka dan Melatih Ingatan Untuk  membantunya mengingat urutan hari dalam satu minggu, bulan dalam satu  tahun ataupun sejumlah deretan angka, Anda bisa membantunya dengan cara  berikut :
  • Jangan pernah lupa untuk mengingatkan ia setiap hari tentang tanggal ataupun hari saat ini.
  • Lakukan permainan yang melatih kemampuannya dalam mengurutkan, seperti permainan menyusun angka, kalimat dan sebagainya.
  • Di waktu luang, mintalah ia menceritakan kembali secara berurutan  suatu kejadian yang Ia alami dalam satu hari atau sebuah film pendek  yang baru saja ditontonnya.
  • Bila si kecil sulit memahami matematika, seperti salah menempatkan  angka dan sulit menghitung mundur atau memahami simbol. Gunakan kertas  berpetak untuk melakukan penjumlahan atau pengurangan. Ganti  lambang-lambang yang sulit dimengerti dengan istilah yang mudah  dipahami.
Ajak Si kecil Untuk Memahami orientasi
Kesulitan lain yang dialami anak disleksia adalah sering kali ragu  memahami orientasi ruang seperti kanan-kiri, depan-belakang, ataupun  atas-bawah. Tak jarang pula dari mereka yang tidak mengerti waktu dan  tempat di mana mereka berada. Untuk meningkatkan kemampuan orientasinya,  langkah berikut bisa Anda terapkan:
  • Ajak si kecil untuk mengikuti permainan baris-berbaris atau  permainan “Pegang telinga kiri dengan tangan kananmu!”. Ini berfungsi  untuk melatih kemampuan orientasinya
  • Jika si kecil benar-benar sulit membedakan mana tangan kanan dan kiri, berilah tanda seperti gelang pada salah satu tangannya.
  • Bacakan buku dan bantu mereka saat hendak membaca buku sendiri
  • Untuk usia pra sekolah, ajarkan rima, bermain game kata-kata dan puzzle juga akan membantu.
  • Ajarkan dan latih bersama bagaimana mengenakan pakaian
  • Jangan memfokuskan pada kelemahannya, dukung kegiatan yang disenangi
  • Bantu untuk mengerjakan PR
  • Tingkatkan kepercayaan diri mereka
Pelatihan Lainnya
  • Melatih  anak menulis sambung sambil      memperhatikan cara anak duduk  dan  memegang pensilnya. Tulisan sambung memudahkan      murid  membedakan  antara huruf yang hampir sama misalnya ’b’ dengan ’d’. Murid harus  diperlihatkan terlebih dahulu cara menulis huruf sambung       karena  kemahiran tersebut tidak dapat diperoleh begitu saja.  Pembentukan huruf yang betul sangatlah penting dan murid harus  dilatih menulis  huruf-huruf  yang hampir sama berulang kali.  Misalnya huruf-huruf  dengan bentuk bulat:  ”g, c, o, d, a, s, q”,  bentuk zig zag: ”k, v,  x, z”, bentuk linear: ”j, t,      l, u, y”,  bentuk hampir serupa: ”r, n,  m, h”.
  • Adanya komunikasi dan pemahaman yang sama mengenai anak disleksia antara orang tua dan guru
  • Anak duduk di barisan paling depan di kelas
  • Guru  senantiasa mengawasi / mendampingi saat anak diberikan tugas,  misalnya guru meminta dibuka halaman 15, pastikan anak tidak  tertukar dengan membuka halaman lain, misalnya halaman 50
  • Guru  dapat memberikan toleransi pada anak disleksia saat menyalin soal  di papan tulis sehingga mereka mempunyai waktu lebih banyak untuk  menyiapkan latihan (guru dapat memberikan soal dalam bentuk  tertulis di kertas)
  • Anak  disleksia yang sudah menunjukkkan usaha keras untuk berlatih dan  belajar harus diberikan penghargaan yang sesuai dan proses  belajarnya perlu diseling dengan waktu istirahat yang cukup.
  • Guru  dan orang tua perlu melakukan pendekatan yang berbeda ketika  belajar matematika dengan anak disleksia, kebanyakan mereka lebih  senang menggunakan sistem belajar yang praktikal. Selain itu kita  perlu menyadari bahwa anak disleksia mempunyai cara yang berbeda dalam menyelesaikan suatu soal matematika, oleh karena itu tidak  bijaksana untuk ”memaksakan” cara penyelesaian yang klasik jika  cara terebut sukar diterima oleh sang anak.
  • Aspek  emosi. Anak disleksia dapat menjadi sangat sensitif, terutama jika  mereka merasa bahwa mereka berbeda dibanding teman-temannya dan  mendapat perlakukan yang berbeda dari gurunya. Lebih buruk lagi  jika prestasi akademis mereka menjadi demikian buruk akibat  ”perbedaan” yang dimilikinya tersebut. Kondisi ini akan      membawa  anak menjadi individu dengan ”self-esteem” yang rendah dan tidak       percaya diri. Dan jika hal ini  tidak segera  diatasi akan terus bertambah parah dan menyulitkan proses terapi  selanjutnya. Orang tua dan guru seyogyanya adalah      orang-orang  terdekat yang dapat membangkitkan semangatnya, memberikan      motivasi  dan mendukung setiap langkah usaha yang diperlihatkan anak disleksia. Jangan sekali-sekali membandingkan anak disleksia dengan temannya, atau dengan saudaranya yang tidak disleksia.
 Sumber: tumbuhkembanganakku.com
 

Saturday, 4 May 2013

Manfaat Belajar Menggambar & Mewarnai Bagi Anak

Foto arsip Sanggar Seni RKBM 2011
Menggambar dan mewarnai adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Lewat menggambar, mereka bisa menuangkan beragam imajinasi yang ada di kepala mereka. Gambar-gambar yang mereka hasilkan juga dapat menunjukkan tingkat kreativitas dan suasana hati masing-masing anak.
Kebanyakan dari Orang tua yang peduli dengan perkembangan kreativitas putra-putrinya biasanya akan mengikutsertakan anak-anak mereka untuk kursus menggambar atau kursus melukis sejak dini, karena semakin muda usia anak, semakin mudah diarahkan potensi dan bakatnya. Selain itu, aktivitas mewarnai juga sudah menjadi bagian dari kehidupan si kecil, bukan hanya sebagai kegiatan untuk mengisi waktu kosong anak, tapi juga sebagai aktualisasi diri anak dalam bidang seni. Terlepas dari itu semua, perlu diketahui bahwa aktifitas mengambar dan mewarnai memiliki banyak manfaat bagi si kecil, diantaranya:
Sebagai Media Berekspresi
Seperti halnya orang dewasa, aktifitas mewarnai terutama mewarnai bidang kosong merupakan cara bagi si kecil untuk mengungkapkan perasaaan dirinya. Melalui gambar yang dibuatnya dapat terlihat apa yang sedang dirasakannya, apakah itu perasaan gembira atau perasaan sedih.
Membantu Mengenal Perbedaan Warna
Membiasakan si kecil untuk melakukan aktifitas mewarnai baik dengan krayon, pensil warna maupun spidol warna sejak dini dapat membantu mereka mengenal warna, sehingga mereka dapat membedakan antara warna yang satu dengan warna lainnya. Hal ini juga dapat mempermudah mereka dalam mencampur dan memadukan warna. Kemampuan inilah yang akan membantu si kecil dalam berkreasi seiring dengan perkembangan usia mereka.
Warna Merupakan Media Terapi
Warna merupakan sebuah media terapi bagi banyak orang, bahkan warna kerapkali digunakan sebagai bahasa global untuk membaca emosi seseorang. Seorang anak yang mewarnai matahari dengan warna-warna gelap seperti hitam atau abu-abu bisa jadi menandakan kemarahan mereka saat itu. Selain itu cara si kecil menorehkan warna juga dapat mengekspresikan sifat dasar mereka, sebagai contoh, jika si kecil mewarnai dengan cara menorehkan garis-garis teratur pada gambar menunjukan bahwa si kecil memeiliki kecenderungan gaya hidup teratur. Terlepas dari itu warna sendiri menjadi alat terapi untuk meringankan stres pada si kecil setelah lelah seharian beraktifitas.
Melatih si kecil Menggenggam pensil
Bagi sebagaian anak, krayon adalah benda pertama yang digenggamnya sebelum mereka menggenggam pensil. Saat mewarnai dengan krayon itulah pertama kali si kecil belajar menggengam dan mengontrol pensil di tangannya. Kemampuan tersebut yang nantinya akan membantunya dalam menulis saat si kecil menempuh pendidikan di sekolah.
Melatih Kemampuan Koordinasi
Kemampuan berkoordinasi merupakan manfaat lain yang bisa diperoleh dari aktifitas mewarnai. Dalam mewarnai diperlukan koordinasi yang bagus antara mata dan tangan, mulai dari bagaimana cara yang tepat menggenggam krayon, hingga memilih warna dan menajamkan krayon. Kemampuan dasar berkordinasi inilah yang dapat mengembangkan kemampuan dasar si kecil hingga mereka besar nanti.
Mengembangkan Kemampuan Motorik
Aktifitas mewarnai merupakan aktifitas yang dapat membantu meningkatkan kinerja otot tangan sekaligus mengembangkan kemampuan motorik anak. Kemampuan tersebut sangat penting dalam perkembangan aktifitasnya kelak, seperti dalam mengetik, mengangkat benda dan aktifitas lainnya dimana dibutuhkan kinerja otot lengan dan tangan dalam prosesnya.
Mewarnai Meningkatkan Konsentrasi
Aktifitas mewarnai dapat melatih konsentrasi si kecil untuk tetap fokus pada pekerjaan yang dilakukannya meskipun banyak aktifitas lain yang terjadi di sekelilingnya. Seorang anak yang sedang menyelesaikan tugas mewarnai akan fokus pada lembar gambar yang sedang diwarnainya, sehingga sekalipun pun di sekelilingnya ribut dengan aktifitas anak-anak lain, ia akan tetap fokus menyelesaikan tugas mewarnainya. Kemampuan berkonsentrasi inilah yang kelak berguna bagi si kecil dalam menyelesaikan soal matematika atau pelajaran lainnya yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Mewarnai Melatih Si Kecil Mengenal Garis Batas Bidang
Mengenal batas bidang gambar merupakan manfaat lain dari aktifitas mewarnai. Di masa awal si kecil memulai aktifitas mewarnai, mereka tidak akan peduli dengan garis batas gambar di hadapannya, hal tersebut wajar-wajar saja, biarkan si kecil merasa nyaman dan exited terlebih dahulu dengan aktifitas mewarnainya. Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia si kecil, mereka akan mulai menghargai dan memperhatikan garis-garis batas tersebut, dan berusaha untuk mewarnai gambar di hadapannya tanpa keluar garis. Membiasakan anak belajar mewarnai sejak kecil akan melatihnya lebih peka terhadap batasan garis sejak dini. Kemampuan inilah yang menjadi bekal mereka saat mereka mulai belajar menulis di buku tulis bergaris.
Mewarnai Melatih Si Kecil Membuat Target
Proses mewarnai membutuhkan satu target yaitu berhasil mewarnai seluruh bidang gambar yang tersedia. Dengan melakukan aktifitas mewarnai sejak dini si kecil akan belajar untuk meyelesaikan tugas yang dihadapinya. Di sinilah akan terpupuk rasa tanggung jawab si kecil dengan pekerjaan yang diterimanya sekaligus memupuk kepercayaan diri si kecil bahwa ia dapat menyelesaikan tugas yang sedang diembannya. Sikap ini akan membantunya menyelesaikan tugas-tugasnya kelak, dan juga melatihnya untuk tidak mudah menyerah dengan tantangan yang akan dihadapinya.
Mengingat banyaknya manfaat aktivitas mewarnai bagi si kecil, tak ada salahnya jika para orangtua mulai membiasakan anak-anaknya mewarnai gambar sejak dini, mulailah dengan gambar-gambar yang tidak terlalu detail agar si kecil lebih mudah mengaplikasikan warna yang ingin ditorehnya. Jangan terlalu banyak memberi aturan, baik dalam pemilihan warna maupun memberi batasan garis, biarlah ia bereksplorasi dengan warna-warna dan gambar di hadapannya.

Sumber : mommygadget.com/2009/07/07/manfaat-mewarnai-bagi-si-kecil/